REFERENSISULTRA.COM, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melakukan Safari Ramadan di Kabupaten Buton Utara (Butur) pada hari ke-22 Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sultra menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Buton Utara karena baru pertama kali berkunjung secara resmi sejak dirinya menjabat sebagai gubernur.
“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena baru pertama kali mengunjungi Kabupaten Buton Utara. Hari ini saya baru sempat datang, meskipun waktunya juga sangat singkat,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa masih banyak sarana dan prasarana yang perlu dioptimalkan, terutama untuk mendukung pembangunan di wilayah kepulauan.
Menurutnya, selama satu tahun kepemimpinannya, masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dibenahi, khususnya terkait infrastruktur.
“Satu tahun kami memimpin tentu masih banyak kekurangan yang dirasakan masyarakat, terutama di daerah kepulauan,” katanya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai tanggung jawab pemerintah provinsi, khususnya pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya pemerintah provinsi telah membangun sejumlah ruas jalan penghubung yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah.
Menurutnya, Kabupaten Buton Utara memiliki potensi besar, terutama di sektor pertanian dan perikanan. Namun potensi tersebut perlu didukung dengan infrastruktur transportasi yang memadai.
“Untuk memaksimalkan potensi tersebut, sarana transportasi terutama infrastruktur jalan harus kita perbaiki,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di wilayah Buton Utara.
“Untuk tahun ini kita sudah menganggarkan pembangunan jalan sekitar 40 kilometer. Tahun ini ditargetkan 5 kilometer, tahun depan minimal 10 kilometer, dan kita upayakan pada periode 2028 seluruh ruas jalan tersebut sudah tuntas,” ungkapnya.
Selain pembangunan jalan, pemerintah provinsi juga berupaya mendorong pembangunan masyarakat pesisir, termasuk melalui program revitalisasi desa nelayan.
“Beberapa desa nelayan akan kita revitalisasi agar masyarakat dapat lebih berkembang dan tetap produktif di kampung nelayan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat pesisir, pada tahun ini pemerintah provinsi juga menyiapkan bantuan pembangunan sekitar 400 unit rumah bagi nelayan.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan di Sulawesi Tenggara.















