REFERENSISULTRA.COM, Puluhan massa yang tergabung dalam Free Palestine Network (FPN) Pokja Kendari menggelar aksi solidaritas memperingati International Al-Quds Day di Bundaran Gubernur, Kelurahan Mokoau, Kota Kendari, Jumat (13/2/2026) sore.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 17.30 WITA itu diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta menyatakan sikap terhadap dinamika geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Koordinator lapangan aksi, Rahmawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk konsistensi solidaritas masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Ia menegaskan bahwa aksi juga dimaksudkan untuk menyuarakan dukungan terhadap Iran dalam mempertahankan kedaulatannya dari tekanan militer yang disebut dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
“Kesombongan dan upaya hegemoni Amerika dan Israel tidak henti-hentinya merongrong kedaulatan bangsa lain. Olehnya, agresi militer mereka wajib kita tentang karena nyata-nyata melanggar hukum internasional, mengangkangi nilai-nilai kemanusiaan, dan merobek perdamaian dunia,” tegas Rahmawati dalam orasinya, Jumat (13/2/2026)
Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu meningkatkan kesadaran tentang berbagai bentuk imperialisme modern yang dinilai tidak hanya terjadi melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui jalur politik, ekonomi, sosial, hingga budaya.
“Hal ini perlu disadari agar kita bisa menjadi manusia merdeka, bukan menjadi kacung negara lain, khususnya Amerika di bawah Donald Trump yang sangat arogan itu,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FPN Pusat, Furqan AMC, menilai dukungan terhadap Palestina memiliki keterkaitan dengan sikap organisasi tersebut terhadap Iran dalam konteks konflik kawasan.
“Ketika kami mendukung Palestina melawan praktek aphartheid dan genosida oleh Israel, maka dengan semangat yang sama FPN juga mendukung Iran melawan agresi militer zionisme Israel dan Amerika Serikat (AS),” tegas Furqan.
Melalui pernyataan resminya, FPN juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah Indonesia. Di antaranya, mendesak pemerintah untuk mengutuk agresi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran serta menunjukkan solidaritas terhadap bangsa tersebut.
Selain itu, FPN mendorong Indonesia mengambil peran aktif menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945, termasuk dengan menggagas konferensi darurat tingkat tinggi yang melibatkan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin guna memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan kedaulatan Iran.
FPN juga meminta pemerintah Indonesia keluar dari organisasi Board of Peace (BoP) yang dinilai berpotensi melangkahi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berisiko mengaburkan komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah membatalkan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang dinilai berat sebelah dan berpotensi merugikan kepentingan nasional.
Sebelumnya, aksi dengan tuntutan serupa juga digelar secara serentak oleh aktivis FPN di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Solo, Bandung, Makassar, dan Majene.















