REFERENSISULTRA.COM, Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, menegaskan bahwa perumusan prioritas program dan kegiatan Tahun 2027 merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi kepala daerah dan wakil kepala daerah, yakni “Terwujudnya Buton Utara yang AMAN (Amanah, Maju, Adil, Nyaman) dan Sejahtera Berlandaskan Nilai Sosial Budaya Masyarakat.”
Hal tersebut di sampaikan saat membuka kegiatan Forum Lintas Organisasi Perangkat Daerah yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Buton Utara, Rabu (4/3/2026).
Visi tersebut dijabarkan ke dalam lima misi utama, meliputi: mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance); pengembangan ekonomi daerah melalui hilirisasi sektor unggulan guna memperluas lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD); penyediaan infrastruktur dan aksesibilitas wilayah yang memadai dan merata; pembangunan sosial budaya; serta pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan lestari.
Bupati menjelaskan, tema pembangunan daerah dirumuskan dengan memperhatikan arah kebijakan dalam RPJMD serta tema pembangunan nasional dalam RKP Tahun 2027, yakni “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.”
Mengacu pada tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Utara menetapkan tema pembangunan Tahun 2027, yaitu: “Mempercepat Pemerataan Kualitas Infrastruktur Dasar dan Akses Sektor Unggulan untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Daerah.” Tema ini difokuskan pada empat prioritas utama.
1. Pemerataan Infrastruktur Dasar dan Penunjang
Pada Tahun 2027, pembangunan infrastruktur akan difokuskan pada peningkatan akses jalan Labuan–Waode Buri yang menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, peningkatan kualitas jalan provinsi yang menghubungkan lima kecamatan juga menjadi perhatian, baik melalui dukungan APBD Provinsi maupun sesuai kewenangan daerah.
Pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan infrastruktur pelabuhan, perbaikan rumah tidak layak huni, perluasan layanan air bersih dan sanitasi, pembangunan irigasi pertanian, pembangunan IPAL, serta peningkatan jaringan telekomunikasi, khususnya di desa-desa yang hingga kini belum terjangkau akses sinyal.
2. Penguatan Ekonomi Berbasis Sektor Unggulan
Pertumbuhan ekonomi Buton Utara saat ini berada di angka 3,72 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 3,68 persen. Meski menunjukkan tren positif, angka tersebut dinilai belum memenuhi target yang diharapkan.
Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat difokuskan pada sektor unggulan, yakni pertanian dan perikanan, melalui peningkatan kapasitas petani dan nelayan serta peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas fiskal daerah akan dilakukan melalui optimalisasi PAD, baik dari pajak dan retribusi maupun penguatan peran Perusahaan Umum Daerah (Perusda). Pemerintah juga mendorong pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM), UMKM, koperasi, termasuk dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta penanganan persoalan kawasan hutan dan persampahan.
3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas penting melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, pemerintah akan meningkatkan kapasitas tenaga pendidik serta melanjutkan program pendidikan gratis berupa beasiswa, bantuan seragam, dan perlengkapan sekolah.
Sementara di bidang kesehatan, peningkatan sarana, prasarana, serta SDM kesehatan terus diupayakan, termasuk optimalisasi layanan RSUD tipe C agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih maksimal.
4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat melalui penataan birokrasi, optimalisasi layanan, serta percepatan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-government).
Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan seluruh OPD agar bekerja secara sinergis, keras, dan cerdas di tengah kondisi efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi.
“Justru dari keterbatasan akan lahir ide-ide kreatif. Lakukan upaya maksimal untuk meningkatkan PAD serta dorong agar Buton Utara memperoleh dukungan anggaran dari APBD Provinsi Sultra, APBN, dana tugas pembantuan, dana bagi hasil, hingga tambahan Dana Alokasi Khusus,” tegasnya.
Ia juga berharap forum perencanaan ini menjadi langkah awal lahirnya gagasan terbaik, sebelum dilanjutkan dalam Musrenbang RKPD. Seluruh OPD diminta menyusun Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 yang lebih berkualitas dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu Kelapa Bappeda Kabupaten Buton Utara, Agus Pria Budiana mengatakan Forum Perangkat Daerah merupakan wadah koordinasi untuk menyeleraskan dan mensinkronisasikan antarinstansi pemerintah dalam perencanaan pembangunan, serta menyerasikan usulan dari Musrenbang tingkat Kecamatan agar target prioritas daerah dapat tercapai secara terpadu.
Tujuan utama Forum Lintas Perangkat Daerah adalah Menyelaraskan program/kegiatan antar-OPD dengan musrenbang tingkat kecamatan. Mempertajam indikator dan target kinerja OPD. Mensinkronisasikan program antar-OPD guna optimalisasi prioritas pembangunan, Penyesuaian pengadaan berdasarkan pagu indikatif.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan, sebanyak 378 usulan Musrenbang tingkat Kecamatan di enam kecamatan Kabupaten Buton Utara.
Tentunya usulan tersebut mencakup 21 OPD, selain usulan di OPD Kabupaten, ada juga usulan ke APBD provinsi sebanyak 5 usulan yaitu peningkatan jalan provinsi dan penyediaan listrik di Desa Koepisino.















