REFERENSISULTRA.COM, Pemerintah Kabupaten Buton mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang resmi dibuka oleh Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H., di Aula Kantor Bupati Buton, Kompleks Takawa, Kamis (9/4/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Bupati Alvin menegaskan bahwa Buton saat ini berada pada momentum penting, terutama dengan kembali menguatnya perhatian pemerintah pusat terhadap pemanfaatan Aspal Buton sebagai material pembangunan nasional.
Mengacu pada pernyataan Menteri PUPR, Presiden Republik Indonesia telah mengarahkan agar penggunaan Aspal Buton dalam proyek jalan nasional ditingkatkan hingga minimal 30 persen.
“Di tengah situasi global saat ini, Buton mendapat ‘rezeki’. Presiden sudah memberikan atensi khusus agar Aspal Buton hidup kembali. Bahkan direncanakan minimal 30 persen pembangunan jalan di Indonesia menggunakan material dari daerah kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Buton pada 13 April mendatang guna melihat langsung potensi yang dimiliki daerah.
Selain itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri melalui Koordinator Perencanaan dan Evaluasi Wilayah III (Kalimantan-Sulawesi), Wisnu Hidayat, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan krusial dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, penyusunan RKPD 2027 harus mengacu pada empat prinsip utama, yakni terintegrasi dengan sistem nasional, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, selaras dengan tata ruang, serta berbasis pada kondisi riil dan potensi daerah.
“Pembangunan daerah harus bermuara pada peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary, menyebut Buton memiliki posisi strategis dalam pengembangan sektor perikanan tangkap di Sulawesi Tenggara.
Namun, ia juga mengingatkan adanya sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dipercepat, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pengangguran terbuka, serta peningkatan kualitas SDM.
Menurutnya, arah kebijakan pembangunan 2027 akan difokuskan pada percepatan melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan penguatan sektor industri yang dirangkum dalam konsep “trisula pembangunan”.
“Pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan berada pada kisaran 6,3 hingga 7,5 persen, dengan penekanan pada produktivitas, kualitas SDM, tenaga kerja produktif, dan inovasi,” jelasnya.
Dari sisi provinsi, perwakilan Bappeda Sulawesi Tenggara, Nur Fitrah Edyansyah, mengingatkan pentingnya perencanaan berbasis data di tengah tantangan efisiensi anggaran.
Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Buton fokus pada program prioritas yang berdampak langsung dan memiliki daya ungkit tinggi bagi kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan harus berbasis data agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Buton dapat menyusun perencanaan yang fokus, berkelanjutan, realistis, dan adaptif terhadap keterbatasan fiskal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Alvin juga menyoroti sejumlah agenda prioritas daerah, termasuk revitalisasi Pasar Kaloko pascakebakaran sebagai bagian dari pemulihan ekonomi warga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur strategis seperti Jalan 25 Buton, serta perlunya alokasi anggaran pemeliharaan di setiap OPD untuk menjaga fasilitas publik tetap optimal, termasuk RSUD Kabupaten Buton.
Di sektor layanan dasar, kinerja PDAM Buton turut mendapat apresiasi karena berhasil meraih penilaian baik di tingkat provinsi.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Alvin mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Saya ingin mengembangkan Buton. Saya ingin Buton yang lebih baik. Mari kita bersama-sama mengawal visi ini meskipun di tengah keterbatasan anggaran,” pungkasnya.















