banner 120x600
banner 120x600
banner 728x250

Perkuat Pertanian, Gubernur ASR Datangkan Ratusan Alsintan untuk Petani Sultra

  • Bagikan

REFERENSISULTRA.COM, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), terus mengakselerasi penguatan sektor pertanian melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian RI. Langkah ini dilakukan sebagai strategi mendorong produktivitas petani di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Sepanjang tahun 2025, bantuan yang diterima meliputi 100 unit traktor roda dua (TR-2), 52 unit traktor roda empat (TR-4), 10 unit combine harvester, 25 unit pompa air ukuran tiga inci, serta tiga unit drone untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida.

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra terus mengintensifkan penyaluran bantuan tersebut sejak 2025 hingga 2026. Terbaru, alsintan disalurkan ke Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur pada awal April 2025, dipimpin langsung oleh Kepala Distanak Sultra, Prof. Muhammad Taufik.

Empat kelompok tani menerima bantuan TR-2, masing-masing satu kelompok di Konawe dan tiga kelompok di Kolaka Timur. Selain itu, enam kelompok tani di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai, Kolaka Timur, yang terdampak kekeringan ekstrem juga memperoleh bantuan pompa air sebagai langkah mitigasi untuk mencegah gagal panen.

Memasuki triwulan kedua tahun 2026, dukungan kembali bertambah dengan hadirnya 40 unit TR-2 tambahan. Bantuan ini sejalan dengan program cetak sawah baru seluas 10 ribu hektare yang disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, sehingga total program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare.

Penyaluran alsintan dilakukan secara proporsional berdasarkan luas lahan baku sawah (LBS) di masing-masing wilayah. Sistem pemanfaatannya bersifat pinjam pakai, sehingga alsintan dapat digunakan secara bergilir oleh kelompok tani lain setelah masa penggunaan selesai.

“Alsintan ini tidak dimiliki secara permanen oleh kelompok tani tertentu. Setelah selesai digunakan, bisa dimanfaatkan kelompok lain di wilayah tersebut. Penyalurannya juga tidak dipungut biaya,” ujar Prof. Muhammad Taufik, Senin (6 April 2026).

Program alsintan ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Sultra dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan meningkatkan efisiensi produksi. TR-2 dan TR-4 mempercepat pengolahan lahan, pompa air menjadi solusi cepat saat kekeringan, sementara combine harvester membantu percepatan panen guna menekan potensi kerugian.

Pemanfaatan drone juga menjadi bagian dari modernisasi pertanian, khususnya dalam mendukung efisiensi pemupukan dan perawatan tanaman.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan sektor pertanian harus berbasis solusi dan teknologi. Bantuan ini merupakan komitmen pemerintah untuk selalu hadir mendampingi petani dalam berbagai kondisi,” pungkasnya.

  • Bagikan