REFERENSISULTRA.COM, Pemerintah Kabupaten Buton kembali menorehkan capaian dalam upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat. Melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dan BUMN, program bedah rumah kembali hadir dan menyasar puluhan rumah warga di tahun 2026.
Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, terus mengupayakan berbagai terobosan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Hasilnya, setelah sebelumnya mendapatkan bantuan penataan kawasan kumuh, sanitasi, dan BSPS, kini Pemda Buton kembali memperoleh program bedah rumah melalui skema TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).
Program ini merupakan dukungan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI bersama Satker Sulawesi Tenggara serta PT SMF, BUMN di bawah Kementerian Keuangan. Sebanyak 38 rumah di Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, ditetapkan sebagai calon penerima manfaat.
Sebagai tahap awal, tim dari Kementerian PKP, PT SMF, dan Satker Sultra turun langsung ke lapangan pada Rabu, 8 April 2026, untuk melakukan survei dan verifikasi. Kegiatan tersebut didampingi Bupati Buton, anggota DPRD Dudi Iskandar, serta Lurah Kombeli.
“Pertama-tama kita berterima kasih sekali dengan Kementerian Perkim, Satker dan PT SMF yang telah merespon usulan kami untuk mendapatkan kuota bedah rumah. Seperti yang Bapak-bapak ketahui, kondisi seperti inilah rumah warga yang menurut saya masih bisa ditinggali, hanya kurang layak dan masih banyak rumah lain yang juga seperti ini di wilayah Buton lainnya,” tutur Bupati.
Bupati berharap program ini dapat membantu masyarakat memiliki hunian yang lebih layak, sekaligus menjadi pintu masuk bagi tambahan bantuan serupa di masa depan.
Plt. Kadis Perkim Buton, La Joni, menyebutkan bahwa dari total 38 unit bantuan, sebanyak 17 rumah akan dibangun baru dan 21 unit lainnya akan direhabilitasi.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Kasubdit Perencanaan Teknis Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Deny Dwi Susanto.
“Jadi dengan adanya CSR atau TJSL ini dapat memperbaiki rumah tidak layak huni 38 penerima bantuan, sekaligus juga untuk mendukung realisasi sekaligus capaian program pembangunan 3 juta rumah di Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Department Head TJSL PT SMF, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 2018 dan terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Buton yang menjadi target tahun 2026.
“Program ini memang berjalan dari Tahun 2018, sudah 37 Kota yang kita kunjungi dan kita bantu. Nah di Tahun 2025 ini, dari 5, 6 lokasi, salah satunya Buton. Dan Buton masuk target di Tahun 2026 karena memang secara skala kawasan dari PKP sudah dibenahi tahun lalu ya Pak kalau tidak salah. Jadi nanti insya Allah yang tadi disampaikan 38 unit akan diverifikasi dulu apa memang layak,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut.
“Harapan kami, program ini tidak akan berjalan baik tanpa adanya dukungan dari Bupati selaku Kepala Daerah, Kementerian PKP, juga dari Balai karena di lapangan itu dinamis, dan sejak kemarin survei kami terus didampingi.”pungkasnya.















