banner 120x600
banner 120x600
banner 728x250

PWI Baubau Bersama TNI-Polri dan IDI Bagikan 2.000 Masker, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

  • Bagikan

REFERENSISULTRA.COM, Merespons kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Baubau, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Baubau bersama TNI-Polri, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Kesehatan Kota Baubau membagikan 2.000 masker kepada masyarakat.

Aksi sosial tersebut berlangsung di kawasan Pasar Laelangi, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Jumat (16/10/2026), mulai pukul 10.00 WITA.

Pembagian masker menyasar pedagang, pengunjung pasar, pengendara, hingga warga yang melintas di kawasan tersebut. Kegiatan ini merupakan langkah pencegahan untuk membantu mengurangi paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf. Yoni, S.Hub.Int., mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama lintas instansi terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan itu dapat terlaksana berkat dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.

“Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan karena saat ini kabut asap cukup meresahkan warga. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kegiatan hari ini bisa berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kapolres Baubau, AKBP Noer Alam, S.I.K., mengingatkan masyarakat agar tetap melindungi diri selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

Ia mengatakan, kabut asap yang cukup tebal dalam beberapa hari terakhir perlu diantisipasi bersama, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.

“Beberapa hari terakhir kabut asap cukup tebal dan ada beberapa masyarakat yang mengalami gangguan saluran pernapasan. Karena itu, ke depannya kita perlu lebih mengantisipasi dengan tetap menggunakan masker,” kata Noer Alam.

Dari aspek kesehatan, Ketua IDI Baubau, dr. Hasrida Hamid, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak selama kualitas udara masih terganggu.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu upaya mengurangi paparan asap. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.

“Kalau ada gejala-gejala yang memang memberat, misalnya sesak atau batuk yang tidak berhenti, diimbau untuk segera mencari layanan kesehatan, baik di puskesmas, dokter praktik, ataupun rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi berbagai unsur dapat diwujudkan melalui aksi nyata untuk merespons persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Ia menyebut kondisi cuaca pada Jumat mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan konsisten melakukan langkah pencegahan.

“Alhamdulillah, hari ini kondisi cuaca sudah lebih baik dari kemarin. Kita berharap kondisi ini akan kembali normal. Tetapi harapan kita, masyarakat tetap mencegah dan melindungi diri dengan menggunakan masker,” ujarnya.

Aswarlin menjelaskan, sebanyak 2.000 masker yang dibagikan merupakan bantuan dari seluruh organisasi dan instansi yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial tersebut.

Tidak berhenti pada pembagian masker, kolaborasi lintas instansi itu juga direncanakan berlanjut melalui kegiatan edukasi bagi pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan lanjutan tersebut direncanakan meliputi edukasi kesehatan dan keselamatan berlalu lintas, dengan melibatkan IDI, PMI Baubau, personel Satuan Lalu Lintas, tenaga teknis bidang kesehatan, serta Babinsa setempat.

“Jadi ini aksi kolaborasi bersama,” tegas Aswarlin.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PWI Baubau bersama TNI-Polri, IDI, PMI, dan Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan langkah perlindungan diri di tengah kondisi udara yang berpotensi kembali memburuk.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat di Kota Baubau.

  • Bagikan