REFERENSISULTRA.COM, Infrastruktur dan layanan dasar masih menjadi usulan prioritas dan mendesak bagi masyarakat Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi pembangunan di wilayahnya.
Musrenbang yang berlangsung di Kecamatan Kambowa tersebut dihadiri oleh Camat Kambowa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Buton Utara, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Butur, unsur TNI-Polri, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan perempuan.

Forum Musrenbang ini menjadi wadah strategis dalam menyusun skala prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Kambowa. Dari berbagai usulan yang dihimpun, mayoritas mengarah pada pembenahan infrastruktur, penyediaan air bersih, peningkatan sarana pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Buton Utara, Agus Pria Budiana, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Melalui Musrenbang ini, kita memastikan setiap usulan masyarakat benar-benar diperhatikan. Pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ujarnya.
Sejumlah desa dan kelurahan menyampaikan usulan prioritas masing-masing. Dari Desa Konde, warga mengusulkan rehabilitasi talud pantai untuk mencegah abrasi, pengadaan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih, serta pembangunan jalan menuju mata air Lalonami.
Desa Lahumoko mengajukan pembangunan jembatan permanen, pengaspalan jalan poros desa, serta rehabilitasi pasar sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Desa Bubu mengusulkan pengadaan alat musik tradisional untuk mendukung pelestarian budaya, pembangunan talud pantai, serta pembangunan jalan usaha tani guna menunjang sektor pertanian.
Masyarakat Kelurahan Kambowa mengusulkan penataan lapangan sepak bola, pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak (TK), pembangunan tanggul pantai di Dusun II, serta pengaspalan jalan poros Baubau–Ereke yang merupakan jalur vital penghubung antarwilayah.
Desa Bubu Barat mengajukan peningkatan jalan usaha tani, pengadaan rumah sisipan, serta pembangunan gedung posyandu untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Dari Desa Pongkowulu, usulan yang disampaikan meliputi pengadaan tower telekomunikasi untuk memperkuat jaringan komunikasi, pembangunan jalan wisata Tanomboeyo, pembangunan gedung TK/PAUD, serta pengaspalan jalan poros desa.
Desa Morindino mengusulkan pembangunan baruga sebagai pusat kegiatan masyarakat, pembangunan jalan usaha tani, serta rehabilitasi dan penataan halaman SDN 1 Morindino guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.
Sementara itu, Desa Mata mengajukan pengadaan dan pembangunan sumur bor, pembangunan jalan usaha tani, serta pembuatan tempat wudhu untuk menunjang fasilitas ibadah. Desa Bente mengusulkan pengadaan sumur bor, pembangunan pagar masjid, serta pengadaan MCK warga sebagai bagian dari peningkatan sanitasi lingkungan.
Adapun Desa Lagundi mengusulkan rehabilitasi tanggul pantai, pengadaan pasar desa, serta pengadaan sumur bor.
Sedangkan Desa Baluara mengajukan rehabilitasi tanggul pantai, pembangunan drainase, serta pembangunan talud jalan di sekitar SDN 1 Baluara.
Melalui Musrenbang Kecamatan Kambowa ini, seluruh usulan masyarakat akan dihimpun dan diselaraskan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Buton Utara. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.















