REREFENSISULTRA.COM-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kabupaten Buton Utara diminta untuk melakukan inovasi untuk menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) ditengah efisiensi anggaran imbas transfer keuangan daerah (TKD) dipangkas ratus miliran. Situasi yang sulit itu, membutuhkan kreaktivitas kepala organisasi perangkat daerah dalam menjalankan tugas sebagai penggerak Pembangunan di daerah Berjuluk Lipu Tinadeakono Sara itu.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Kabupaten Buton Utara terus melakukan evaluasi kinerja organisasi perangkat daerah diawal tahun. Salah satu topik utama pembahasan terkait optimalisasi pendapatan daerah. Jangan hanya mengharapkan dana transfer dari pemerintah pusat harus ada kreatifitas yang menonjol
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Butur, Abdul Mustarif Saleh menilai, kinerja Dinas Perhubungan patut diapresiasi dalam menjalan peraturan daerah terutama pemungutan retribusi lahan pakir di Pasar Mina-Minanga Kecamatan Kulisusu sudah mulai jalan diawal tahun 2026
“Kinerja Organisasi Perangkat Daerah yang menonjol Dinas Perhubungan dalam Upaya optimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah. Salah satu menonjol pelaksanaan pemungutan retribusi di Pasar Mina-Minanga,” ujar Abdul Mustraif Saleh, 23 Januari 2026

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menambahkan, kondisi fiksal daerah sangat minim bahkan untuk menjalankan program Pembangunan di Kabupaten Buton Utara sangat mustahil dengan pemangkasan anggaran miliran rupiah itu. Kalau tidak ada pendapatan asli daerah, maka dipastikan program dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah ditetapkan akan mustahil tercapai.
Menurutnya, upaya menaikkan PAD perlu dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Bukan tanggung jawab eksekutif saja. Legislatif, selaku mitra strategis pemerintah daerah perlu memberikan dukungan, melalui tiga fungsinya yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Buton Utara, Mazlin berpandangan, PAD Butur perlu ditingkatkan lagi, mengingat tantangan pembangunan daerah di berbagai sektor juga semakin meningkat. Termasuk tuntutan pelayanan publik yang lebih baik. “Kalau PAD kita genjot, saya kira itu memang perlu,” kata Mazlin.
Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, pihaknya mendorong eksekutif agar terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah.
Efektifitas menghasilkan pundi-pundi PAD melalui pajak dan retribusi perlu dimaksimalkan lagi untuk tambahan keuangan daerah sehingga bisa digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran daerah.
Selain itu, Dia menyebutkan salah satu contoh sektor potensial mendongkrak PAD yaitu pariwisata. Di mana, pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan daerah. Selain sebagai penggerak kegiatan ekonomi, pariwisata juga merupakan salah satu sumber potensial penyumbang pendapatan daerah.
Untuk mencapai hasil pengembangan di bidang kepariwisataan yang optimal, diperlukan koordinasi dan kerja sama terpadu antara instansi pemerintah, swasta dan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Butur memiliki pantai yang cukup luas dan banyak tempat-tempat wisata menarik. Namun upaya pemajuan sektor pariwisata Butur termasuk peningkatan pendapatan daerah saat ini masih menghadapi tantangan tersendiri.
Tantangan dimaksud di antaranya terkait dengan kepemilikan lahan pada objek wisata. Di mana, beberapa objek wisata Butur belum menjadi milik pemerintah daerah. Sehingga menjadi kendala dalam penarikan retribusi. (Adv)















