REFERENSISULTRA.COM-Pertumbuhan ekonomi dipastikan akan melambat disebabkan minimnya transfer keuangan daerah (TKD) inflasi akan meningkat. Harga kebutuhan pokok akan melejit naik. Apalagi menjelan bulan suci Ramadan sudah dekat. Perlu, peran pemerintah untuk mengoptimalkan Upaya menekan inflasi di daerah berjuluk Lipu Tinadekono Sara itu.
Awal tahun 2026, Komisi II Dewan Perwakil Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) melaksanakan rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Dinas digilir untuk memaparkan program kerja terutama tantangan tak mudah efisiensi anggaran menyebabkan program telah dicangankan akan tak terakomodir.
Ketua Komisi II DPRD Buton Utara, Abdul Mustarif Saleh mengingatkan, kinerja organisasi perangkat daerah bakal dievaluasi setiap triwulan. Rapat kerja bakal diintensifkan untuk melihat progress apa telah dicapan dalam menjalan tugas pokok organisasi perangkat daerah.

“Salah satu, menjadi topik pembahasan terkait menekan inflasi di Kabupaten Buton Utara. Tugas itu, menjadi tanggung jawab dinas ketahanan pangan. Upaya dapat dilakukan Adalah melaksanakan pasar pangan murah menyasar 6 kecamatan di Kabupaten Buton Utara. Ini menjadi solus paling efektif menekan angka inflasi,” ujar Abdul Mustarif Saleh, 15 Januari 2026
Politisi Golkar itu menilai, selain pasar murah Upaya lainnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan program kios pangan murah setiap pelaku usaha bisa mendapatkan bahan pokok di Bulog untuk diperjual belikan dengan harga terjangkau.
“Untuk dinas ketahan pangan. Bagaimana mekanisme terkait program kios pangan murah. Para pedangang untuk mendapatkan stok apakah membutuhkan verifikasi dari organisasi perangkat daerah secara teknis dinas ketahanan pangan,” ujar Anggota DPRD Buton Utara dua periode itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Utara, Abdul Samad mengungkapkan, program Kios Pangan sebagai upaya membangun sinergi stabilisasi pasokan dan harga pangan dalam kerangka menjaga inflasi pangan tetap terkendali.
“Dalam rangka stabilisasi harga ataupun pengendalian inflasi khususnya pangan, Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional mempunyai banyak program, baik itu gerakan pangan murah atau operasi pasar, bantuan pangan, fasilitasi distribusi pangan, dan yang terakhir kios pangan,” ujar Abdul Samad saat memaparkan program setral pada organisasi perangkat daerah yang ia pimpin.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Buton Utara terus membangun sinergi stabilisasi pasokan dan harga pangan dalam kerangka menjaga inflasi khususnya inflasi pangan tetap terkendali. Salah satu terobosan yang saat dilakukan adalah dengan membangun Kios Pangan di berbagai kecamatan di daerah berjuluk Lipu Tinadekono Sara itu.
“Dalam rangka stabilisasi harga ataupun pengendalian inflasi khususnya pangan, Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional mempunyai banyak program, baik itu gerakan pangan murah atau operasi pasar, bantuan pangan, fasilitasi distribusi pangan, dan yang terakhir kios pangan,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan Kios Pangan ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
“Pemerintah harus hadir, baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menyediakan berbagai bahan pangan dengan harga yang lebih murah dan terjangkau, antara lain melalui outlet Kios Pangan. Harga lebih murah dan terjangkau karena di suply oleh produsen, baik itu BUMN pangan seperti Perum BULOG dan ID FOOD, BUMN pangan, petani, peternak dan pelaku pangan lainnya. Harapannya agar masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah bisa mengakses bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” tandasnya. (Adv)















