banner 120x600
banner 120x600
banner 728x250

Forum Perangkat Daerah, Kadis Pendidikan, Nurtin Paparkan  Potret Pendidikan  Buton Utara

  • Bagikan

REFERENSISULTRA.COM-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara, Nurtin menghadiri Rapat Forum Perangkat Daerah untuk memaparkan potret Pendidikan di daerah berjuluk Lipu Tinadeakono Sara yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  di Aula Bappeda, Senin, 4 Maret 2026

Kegiatan pembahasan terkait program kerja organisasi perangkat daerah itu dihadiri langsung bupati Afirudin Mathara, Sekretaris Daerah Buton Utara Muh. Hardy Muslim dan Kepala Bappeda Agus Pria Budiana.

“Evaluasi capaian dan arah strategis dipaparkan agar mendapatkan masukan arahan kebijakan. Laporan ini menyajikan analisis  komprehensif terhadap kinerja dinas Pendidikan Buton Utara menyoroti kemajuan, tantangan, dan peluang. Berdasarkan evaluasi  dirumuskan untuk mendorong  peningkatan kualitasi Pendidikan yang insklusif dan berkelanjutan,” ujar Kadis Pendidikan Buton Utara, Nurtin saat memaparkan potret Pendidikan buton utara saat Forum Perangkat Daerah, 4 Maret 2026

Nurtin mengungkapkan,  tren terjadi peningkatan partisipasi siswa sebesar Rp 15 persen dan kualitas guru menunjukkan tren positif sebanyak 60 persen guru bersertifikat.  “Fokus strategis 2026, pengembangan infrastuktur digital di sekolah pedesaan, peningkatan kemitraan dengan industry  lokal untuk program vokasi,” terangnya.

Selain itu, Standar Pelayanan minimal terus meningkat.Pelaksanaan SPMB 2025  bersajalan lancer. Kemudian, standar pelayanann Minimal (SPM) menguat, tahun 2024 sebesar 64, 34 persen terjadi peningkatan tahun 65,2 persen Tuntas Muda Peningkatan indeks menunjukan perbaikan berkelanjutan  dalam pemenuhan standar pelayanan Pendidikan.

Secara umum, potret Pendidikan  Buton Utara Prestasi unggul landasan untuk akselerasi Infrasturktur dan digitiliasi  hampir 100 persen tuntas,  menjadi fondasi yang kuat, tata kelola sistem pelaksanaan SPBM yang solid dan indeks SPM yang terus membaik. Hanya, menjadi tantangan utama angka putus sekolah terjadi peningkatan.

“Kemudian, Iklim sekolah keamanan, kebineakaan, dan inklusifitas di level SD, dan SMP sangat positif, Partisipasi program keterlibatan tinggi dalam survey kararkter dan program dukungan siswa (MB),” tandasnya. (adv)

  • Bagikan