REFERENSISULTRA.COM, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pangan. Hal ini ditandai dengan langkah Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, yang menggelar pertemuan tatap muka bersama calon agen penyalur di Aula Kantor Kecamatan Lakudo, Selasa (14/04/2026).
Pertemuan tersebut membahas mekanisme distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog, dengan memanfaatkan gudang sementara sambil menunggu pembangunan gudang permanen yang direncanakan terealisasi tahun ini.
Dalam arahannya, Bupati Azhari menegaskan pentingnya kesiapan administrasi bagi para agen penyalur. Setiap calon agen diwajibkan melengkapi dokumen berupa fotokopi KTP serta surat pernyataan bermaterai sebagai bentuk komitmen untuk menjual beras sesuai harga yang telah ditetapkan.
Untuk harga, beras SPHP dibanderol Rp60.000 per karung ukuran 5 kilogram. Namun, karena saat ini masih menggunakan gudang sewa yang belum sepenuhnya ditanggung oleh Bulog, terdapat tambahan biaya operasional sebesar Rp1.000, sehingga harga jual menjadi Rp61.000 per karung.
“Biaya ini murni untuk operasional dan distribusi. Nanti kalau gudang permanen sudah jadi, insya Allah tidak ada lagi biaya tambahan karena sudah ditanggung langsung oleh Bulog,” jelas Bupati.
Selain itu, sistem pembayaran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening Bulog, dengan ketentuan minimal pembelian sebanyak 100 karung. Bupati juga menegaskan bahwa agen yang terdaftar merupakan satu-satunya jaringan resmi penyalur, sehingga distribusi tidak diperkenankan di luar jalur yang telah ditetapkan.
Tak hanya beras, program ini juga mencakup penyaluran minyak goreng dengan harga terjangkau sebagai bagian dari upaya pengendalian kebutuhan pokok masyarakat.
Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap stabilitas harga tetap terjaga serta ketersediaan pangan bagi masyarakat dapat terus terpenuhi secara merata.















