banner 120x600
banner 120x600
banner 728x250

Wali Kota Kendari Turun Langsung Salurkan Bantuan Bapanas untuk Korban Banjir dan Longsor

  • Bagikan
Istimewa

REFERENSISULTRA.COM, Pemerintah Kota Kendari mulai menyalurkan bantuan pangan bagi ribuan warga terdampak banjir dan longsor yang tersebar di tujuh kecamatan. Bantuan berupa beras dan minyak goreng itu didistribusikan secara bertahap sesuai jumlah anggota keluarga terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran di Kelurahan Wua-Wua dan Kelurahan Lepo-Lepo, Jumat (15/5/2026).

Di Kelurahan Wua-Wua, bantuan diberikan kepada 246 kepala keluarga dengan total 984 jiwa. Sementara di Kelurahan Lepo-Lepo, bantuan disalurkan kepada 153 kepala keluarga dengan jumlah 616 jiwa terdampak banjir.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Kendari, jumlah warga terdampak banjir dan longsor mencapai 1.339 kepala keluarga atau 5.945 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Wali Kota Siska Karina Imran mengatakan bantuan tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan telah disesuaikan berdasarkan hasil pendataan serta verifikasi lapangan.

“Bantuan ini diberikan sesuai data riil masyarakat terdampak banjir dan longsor. Semua dihitung berdasarkan jumlah jiwa dalam keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap warga menerima bantuan beras sebanyak 2,1 kilogram sesuai ketentuan dari Bapanas. Karena itu, jumlah bantuan yang diterima tiap keluarga berbeda-beda, menyesuaikan jumlah anggota keluarga masing-masing.

Menurutnya, proses distribusi membutuhkan waktu karena beras dari pemerintah pusat masih dalam kemasan karung 50 kilogram sehingga harus dibuka dan dikemas ulang sebelum dibagikan kepada warga.

“Kalau ada karung yang besar dan kecil, itu karena sudah ditimbang ulang sesuai jumlah jiwa dalam keluarga masing-masing,” katanya.

Pemerintah Kota Kendari menargetkan seluruh distribusi bantuan rampung paling lambat 17 Mei 2026 agar seluruh warga terdampak segera menerima bantuan pangan.

Selain bantuan sosial, pemerintah juga memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan melalui posko terpadu yang melibatkan tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta sejumlah instansi terkait.

“Posko ini bukan hanya untuk penyaluran bantuan sosial, tetapi juga menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.

Wali Kota juga menyebut pemerintah pusat telah memberikan perhatian serius terhadap penanganan banjir di Kota Kendari. Selain bantuan pangan, pemerintah pusat tengah menyiapkan langkah penanganan jangka panjang di kawasan rawan genangan.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan ada pembangunan untuk penanganan banjir di kawasan yang menjadi pusat genangan,” ungkapnya.

Data Dinas Sosial mencatat, Kecamatan Baruga menjadi salah satu wilayah terdampak dengan 748 jiwa dari 186 kepala keluarga. Kelurahan Lepo-Lepo tercatat sebagai wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar di kecamatan tersebut, yakni 616 jiwa atau 153 kepala keluarga.

Sementara di Kecamatan Wua-Wua, jumlah warga terdampak mencapai 1.082 jiwa atau 265 kepala keluarga, terdiri dari 984 jiwa di Kelurahan Wua-Wua dan 98 jiwa di Kelurahan Bonggoeya.

Turut mendampingi dalam penyaluran bantuan tersebut, Dandim 1417/Kendari bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari.

  • Bagikan