REFERENSISULTRA.COM, Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan daerah saat membuka Pesta Rakyat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Buton Utara di Lapangan Raja Jin, Kecamatan Kulisusu, Senin (29/6/2026).
Mengusung tema “Spirit Lapa-Lapa dan Kocupa: Merawat Jejak Perjuangan, Menguatkan Arah Pembangunan Buton Utara yang Maju dan Bermartabat,” Pesta Rakyat tahun ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya lokal sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Afirudin menjelaskan bahwa lapa-lapa dan kocupa bukan sekadar kuliner khas Buton Utara yang selalu hadir pada perayaan keagamaan maupun hajatan masyarakat. Di balik keduanya tersimpan filosofi kehidupan yang sarat makna dan relevan dengan arah pembangunan daerah.
Lapa-lapa yang dibuat dari beras dan santan, dibungkus janur, diikat rapi, lalu dimasak dengan penuh kesabaran menggambarkan pentingnya ketekunan, kesederhanaan, dan kesabaran dalam mencapai hasil terbaik. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses yang dijalankan dengan kerja keras, konsistensi, dan kesungguhan.
Sementara itu, kocupa yang dianyam dari helai demi helai janur hingga membentuk wadah yang kokoh menjadi simbol persatuan masyarakat. Setiap anyaman saling mengikat dan menguatkan, sebagaimana kehidupan masyarakat Buton Utara yang terdiri atas beragam latar belakang, namun tetap bersatu dalam semangat kebersamaan.
“Lapa-lapa dan kocupa mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan sejati hanya dapat terwujud melalui persatuan, gotong royong, dan kesabaran. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dalam membangun Buton Utara,” ujar Afirudin.
Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak boleh membuat masyarakat tercerabut dari akar budaya dan jati dirinya. Justru, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, dan ketekunan harus menjadi fondasi sekaligus kompas pembangunan agar Buton Utara terus maju tanpa kehilangan identitasnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-19 Kabupaten Buton Utara sebagai momentum mempererat persatuan dan membangkitkan semangat membangun daerah.
“Melalui Pesta Rakyat ini, saya mengajak kita semua menjadikan hari jadi ke-19 sebagai momentum memperkuat persatuan dan menyalakan kembali semangat membangun. Mari melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata, semangat gotong royong, dan rasa memiliki terhadap daerah ini,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Afirudin mengingatkan generasi muda agar terus menjaga, mengenal, dan membanggakan warisan budaya daerah sebagai identitas yang harus dilestarikan.
“Jagalah warisan budaya kita, kenalilah, dan banggakanlah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya sendiri,” pungkasnya.
Pembukaan Pesta Rakyat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buton Utara Rahman, Sekretaris Daerah Muhammad Hardy Muslim, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buton Utara, para kepala OPD, asisten dan staf ahli, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Buton Utara, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta para perintis dan pejuang pembentukan Kabupaten Buton Utara.















