banner 120x600
banner 120x600
banner 728x250

Hadapi Kekeringan, Bupati Buton Utara Kerahkan Mobil Tangki Selamatkan Sawah Petani

  • Bagikan
Istimewa

REFERENSISULTRA.COM, Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang mulai mengancam lahan pertanian masyarakat. Bupati Butur Afirudin Mathara turun langsung meninjau kondisi sawah terdampak kekeringan sekaligus mengerahkan mobil tangki untuk menyalurkan air bagi tanaman pangan petani.

Langkah tersebut dilakukan di Desa Soloy Agung, Kecamatan Kulisusu Barat, Sabtu (8/8/2026), sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi areal persawahan sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Dalam penanganan tersebut, Pemkab Butur bekerja sama dengan Satgas Kekeringan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari. Bantuan air disalurkan secara bertahap ke sejumlah areal sawah yang mengalami penurunan debit air akibat kemarau.

Bupati Afirudin Mathara didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Butur La Ode Husima bersama tim Bidang Sumber Daya Air (SDA), Penjabat Kepala Desa Soloy Agung, para penyuluh pertanian, serta anggota kelompok tani setempat turun langsung melihat kondisi lahan pertanian.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan tanaman padi masyarakat tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Butur La Ode Husima, total areal persawahan yang terdampak kekeringan telah mencapai 117 hektare.

Rinciannya, sekitar 17 hektare berada di Desa Lahumoko, 50 hektare di wilayah Buranga, Desa Waode Angkalo, serta 50 hektare lainnya berada di Lambale, Desa Soloy Agung.

Seiring menurunnya debit air di sejumlah areal persawahan, Pemerintah Kabupaten Buton Utara juga telah meminta dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk menambah armada mobil tangki guna mempercepat distribusi air ke lahan pertanian yang terdampak.

La Ode Husima mengatakan, penyaluran air akan dilakukan secara berkelanjutan selama kondisi kemarau masih berlangsung. Pemerintah bersama dinas terkait akan terus memantau kondisi lahan dan memastikan kebutuhan air untuk tanaman pangan tetap terpenuhi.

“Jumlah tangki air yang di-drop akan dilakukan secara terus menerus selama musim kemarau. Bersama dinas terkait, kami akan terus memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga sehingga tanaman padi petani terhindar dari risiko gagal panen akibat kekeringan,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Soloy Agung, pengairan sawah akan memanfaatkan sumber air terdekat yang berjarak sekitar 300 meter dari pinggir areal persawahan.

Sumber air tersebut berasal dari sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta air dari saluran irigasi primer Bendungan Soloy Agung.

Dengan langkah tersebut, Pemkab Butur berharap pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga sehingga petani dapat mempertahankan tanaman padi mereka hingga masa panen, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah di tengah ancaman kemarau panjang.

  • Bagikan