banner 120x600
banner 120x600
banner 728x250

Tim Medis Pemprov Sultra Siaga Tangani Warga Terdampak Banjir yang Mulai Terserang Penyakit

  • Bagikan

REFERENSISULTRA.COM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat penanganan dampak banjir di kawasan Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Sejumlah warga terdampak mulai mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan pascabanjir, seperti gatal-gatal dan batuk.

Melalui tim medis dari Dinas Kesehatan Sultra, pelayanan kesehatan dan distribusi obat-obatan terus dilakukan bagi warga yang membutuhkan. Tim medis juga disiagakan di posko pengungsian untuk memastikan penanganan kesehatan berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Andi Edy Surachmat, mengungkapkan sedikitnya 32 warga terdampak mengeluhkan gangguan kesehatan akibat banjir.

“Tim medis kami tetap siaga di posko untuk memberikan pengobatan sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, Pemprov Sultra juga memastikan kebutuhan sanitasi dan kebersihan warga tetap terpenuhi melalui distribusi air bersih menggunakan kendaraan tangki air.

Hingga Minggu, 10 Mei 2026, wilayah terdampak banjir di Kelurahan Lepo-Lepo terus meluas, mencakup RT 03, RT 09, RT 12, RT 13, dan RT 14.

Data sementara menunjukkan jumlah warga terdampak meningkat signifikan. Pada Sabtu, 9 Mei 2026, tercatat sebanyak 42 kepala keluarga (KK) atau 112 jiwa terdampak banjir. Sementara pada Minggu, jumlah tersebut meningkat menjadi 225 KK atau 685 jiwa.

Lokasi pengungsian sementara dipusatkan di Masjid At-Taubah dengan jumlah pengungsi sekitar 30 KK atau kurang lebih 150 jiwa. Para pengungsi berasal dari RT 13 sebanyak 126 orang dan RT 14 sebanyak 24 orang, terdiri atas 2 bayi, 1 balita, dan 7 lansia.

Penanganan banjir dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Sentra Meohai Kementerian Sosial RI, BASARNAS, sejumlah OPD lingkup Pemprov Sultra, serta Pemerintah Kota Kendari.

Melalui Dinas Sosial, Pemprov Sultra telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum, menyalurkan bantuan logistik, menyediakan tangki air bersih, hingga memenuhi kebutuhan makanan bagi warga terdampak.

BPBD Provinsi Sultra juga menyiapkan tenda pengungsian dan perahu karet untuk membantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan. Sementara itu, Dinas Kesehatan terus memberikan layanan medis dan distribusi obat-obatan kepada warga terdampak banjir.

Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Provinsi Sultra turut membantu penyediaan air bersih di lokasi terdampak.

Upaya penanganan banjir juga mendapat dukungan dari Brimob Polda Sultra melalui bantuan penjernihan air dan perahu karet, serta Satpol PP Provinsi Sultra yang membantu pengamanan di wilayah terdampak banjir.

  • Bagikan