banner 120x600
banner 120x600
banner 728x250

Buton Utara Canangkan Desa Cantik 2026, Perkuat Perencanaan Berbasis Data dari Tingkat Desa

  • Bagikan

REFERENSISULTRA.COM, Wakil Bupati Buton Utara (Butur), Rahman, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Utara, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Rahman menegaskan bahwa Program Desa Cantik yang digagas oleh Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan langkah strategis untuk mempercepat sekaligus memperkuat pengelolaan data hingga ke level desa dan kelurahan.

“Dalam berbagai forum resmi pemerintahan, Bupati Buton Utara kerap mengingatkan kepada semua pihak bahwa pembangunan daerah harus bertumpu pada perencanaan yang berbasis data, terukur, dan akuntabel,” ujar Rahman.

Ia menjelaskan, arah kebijakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buton Utara Tahun 2026 mengusung tema “Meningkatnya daya saing dan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.” Tema tersebut dijabarkan dalam sejumlah prioritas pembangunan, meliputi pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan dan layanan publik.

Menurut Rahman, seluruh prioritas tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan data yang berkualitas, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan yang dibangun mulai dari level pemerintahan paling bawah.

Ia menekankan bahwa desa dan kelurahan merupakan fondasi utama dalam sistem data pembangunan daerah. Kualitas data di tingkat ini akan sangat menentukan ketepatan arah kebijakan di tingkat kabupaten.

“Melalui Program Desa Cantik, diharapkan kapasitas aparatur desa dan kelurahan dalam mengelola data semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan data yang akurat, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih jauh, Rahman menegaskan bahwa desa tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan harus bertransformasi menjadi subjek yang mandiri dalam pengelolaan data. Desa diharapkan memiliki standar yang baik dalam pengumpulan dan pengolahan data, serta mampu menyajikan informasi yang menjadi pijakan utama dalam pembangunan desa dan kelurahan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Buton Utara Suharjufito Endo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Muh. Amaluddin Mokhram, unsur Bappeda, serta para kepala desa dan lurah agen statistik dari Kelurahan Lakonea, Desa Laangke, dan Malalanda.

  • Bagikan